Saat ini banyak permainan papan modern asal Indonesia yang mulai bermunculan, dan banyak orang tidak menyadari bahwa Indonesia memiliki permainan papan tradisionalnya sendiri. Derasnya arus informasi tentang permainan papan modern membuat informasi terkait permainan tradisional tenggelam. Yayasan Perpustakaan Permainan Papan berusaha menyusun informasi terkait permainan papan tradisional berdasarkan banyak arsip-arsip kebudayaan. Berdasarkan penelusuran, Indonesia memiliki lebih dari 10 nama permainan papan tradisional yang tersebar di Pulau Sumatera, Jawa, Kalimantan hingga Nusa Tenggara Barat. Di antara permainan yang ditemukan, beberapa di antaranya memiliki kemiripan pola permainan antara satu daerah dengan daerah lainnya. Namun, biasanya terdapat beberapa modifikasi pada aturan permainan ataupun makna yang disesuaikan dengan ciri khas daerah masing-masing.
Secara garis besar, permainan papan tradisional di Indonesia lebih fleksibel untuk dimainkan dibandingkan permainan papan modern. Tidak seperti permainan papan modern yang harus membeli seperangkat permainan dengan harga mahal, permainan papan tradisional bisa dimainkan menggunakan bahan-bahan yang mudah ditemukan di sekitar. Papan permainan bisa menggunakan kertas, tanah atau lantai yang sudah digambari pola permainannya. Sedangkan, pionnya bisa menggunakan biji-bijian buah, kerikil, batu, pecahan genteng, dan sebagainya. Beberapa permainan papan tradisional Indonesia antara lain:
- Macanan (Yogyakarta)
- Catoe (Aceh)
- Catur Harimau (Sumatera Barat)
- Dam-daman (Jawa)
- Derek Enem Olas (Lombok)
- Damdas 16 Batu (Betawi)
- Damdas 3 Batu (Betawi)
- Bas-basan Sepur (Yogyakarta)
- Surakarta (Solo)
- Ding-dingan (Bengkulu)
- Mul-mulan (Jawa)
- Derek Dua Olas (Lombok)
- Lelempengan (Jawa Barat)
- Bakujur (Kabupaten Banjar)
- Derek Telu (Lombok)
- Catur Karo (Medan)
